Siapa tidak kenal Winamp, aplikasi ini pastinya telah bertahun-tahun menemani aktivitas Anda di komputer, bukan?
Winamp sangat populer pada era tahun 1990-an sampai 2000 awal. Masa ketika saya kuliah dulu, masih jelas dalam ingatan kala mendengar lagu-lagu Green Day & Red Hot Chili Peppers yang mengalun di speaker kecil sambil mengetik tugas kuliah (ketika masih jamannya Windows’98).
Saat itu, layanan internet Winamp paling banyak digunakan untuk musik dan radio. Tapi saat iTunes dan Windows Media Player merambah dunia web, popularitas Winamp semakin menurun.
Winamp pertama kali diluncurkan pada tahun 1997. Sang pengembang awal perangkat lunak tersebut adalah
dua mantan mahasiswa University of Utah, AS, Justin Frankel dan Dimitry Boldyrev. Selanjutnya Winamp semakin populer ketika mengeluarkan layanan file sharing MP3.
Winamp sebenarnya terus mengembangkan layanan untuk bersaing dengan pemutar musik lainnya.
Ini terbukti ketika Nullsoft sebagai perusahaan pengembang Winamp diakuisisi oleh AOL pada Juni 1999 sebesar US$80 juta, dan sejak saat itu AOL menggunakan teknologi Winamp untuk AOL Media Player miliknya.
Pada perkembangan selanjutnya, ternyata hasil keuntungan yang didapatkan AOL tidak sesuai dengan yang diharapkan. Winamp hanya menghasilkan pendapatan $6 juta per tahun.
Tanda-tanda kehancuran Winamp semakin terasa pada ulang tahunnya yang ke-10 di tahun 2007. Saat itu, banyak penggunanya yang mulai beralih ke layanan musik digital yang lebih modern.
Rob Lord, mantan pegawai Nullsoft pernah menyebut bahwa pihak AOL tidak bisa mengelola Winamp, tidak bisa mengantisipasi pergerakan pasar sehingga menjadikan aplikasi tersebut kalah bersaing dengan iTunes. Meskipun menurutnya, Winamp sebenarnya bisa lebih baik dari music player milik Apple tersebut.
Di tahun 2009, digital player ini sempat mendapat rating “excellent” dari ulasan PCMag untuk Winamp versi 5.55. Rating tersebut diberikan karena desain antarmuka yang menarik, informasi bio artis built-in, dan peningkatan dukungan audio dan video playback.
Pada tahun 2011, Winamp merilis platformnya untuk perangkat Android dan Mac. Tapi sayang, sudah terlambat. Para pengguna Winamp sudah lebih dulu pindah ke platform pemutar musik yang lain.
Meskipun jumlah konsumsi alternatif musik online telah meningkat untuk memenuhi tantangan ledakan musik online, banyak veteran penggemar musik online yang merasa rindu pada perangkat lunak yang pernah menjadi bagian penting dari evolusi musik ini.
“Winamp pernah menjadi perintis dalam revolusi musik digital dan iTunes tidak akan pernah ada tanpa fondasi yang dikerjakan Winamp,” kata Michael Robertson, pemain awal di bidang musik online dan pendiri MP3.com,
seperti yang dikutip Mashable.
Tepatnya hari ini (20 Desember 2013) Winamp tutup usia, namun kenangan indah selama 15 tahun menemani kita pasti tak akan terlupakan.
AOL memutuskan untuk menutup operasional Winamp beserta situs resminya.
Ini pesan terakhir yang tertulis di website Winamp:
Winamp.com and associated web services will no longer be available past Dec. 20, 2013. Additionally, Winamp Media players will no longer be available for download. Thanks for supporting the Winamp community for over 15 years.

Di masa depan tidak ada lagi versi update Winamp. Namun anda masih bisa menggunakan versi anda saat ini.
Source: Winamp – teknologi.news.viva.co.id – berita8.com – berbagai sumber
Image Source: Winamp – somegadgetguy.com